Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Perjalanan #3

Renjana itu mulai redup Mati terdampar dalam pilu Perjalanan ini terlalu jauh Untukmu yang memilih menjauh Matahari tersandar mengawali hari Kulepaskan seluruh kisah Terkutuklah tubuh ini Menggenggam dari jauh Sulit rasanya “Tidak apa-apa” menjadi sebuah mantra Kau menari dengan bayanganmu Dan ku bersedia mengikuti pertunjukkanmu Berbalut sedih Kan kuucapkan beribu kata bangga Untukmu yang saat ini telah berhasil Tak apa hidup tidak selalu tentang bahagia Harus dengan kesedihan untuk menikmatinya

Diskusi Resah #1 (Hidup kok begini aja?)

Siapa dari kalian yang pernah ada di satu titik jenuh dan lelah dengan apa yang sedang dijalani? Ah aku yakin banyak dari kalian yang pernah merasakan, tanpa terkecuali aku (hehe) Berat ya rasanya? Eitss, berat sih emang tapi jangan sampai menyerah gitu dong !!! Mari kita mulai diskusi ya, Kita awali dengan kisahku, tidak dapat dipungkiri pasti setiap perjalanan yang dilewati akan ada titik dimana kita jenuh, males, hopeless, dan ngerasa useless. Dimulai ketika memasuki masa semester 4-5, teman disekeliling sudah mulai mempunyai prestasinya masing-masing baik di akademik maupun non-akademik. Sedangkan aku? Mahasiswi apatis yang kerjaannya cuma rebahan di kamar kost ditemanin youtube yang setia dan tugas yang tak ada hentinya. Sampai suatu hari pernah terlintas dipikiran “selama kuliah yang didapetin apa sih” kalau dipikir-pikir juga apa ya selama kuliah yang didapetin, skill juga ngerasa masih kurang banget, salah jurusan juga engga, terus karena apa dong? Rasa resah ditambah overthin...

Perjalanan #2

Di bawah terangnya bulan Ditemani rintik hujan Semarang Kutuliskan sepucuk kisah tentang kita Perpisahan dibawah gelapnya malam Kau tuliskan kisah untukku Berbahagialah sebagai salam perpisahan Pukul 03.00 menjadi saksi bisu atas selesainya kita Dibalik bahagianya malam itu Menjadi sebatas perjumpaan terakhir Perjalanan kita terhenti untuk bersama Detik ini kebersamaan yang telah dilalui tetap menjadi sebuah ingatan Ingatan yang tidak memiliki alasan untuk dilupakan Kau dengan hatiku Dan ragamu tetap menjadi salah satu bagian dariku

Perjalanan #1

Renjana itu mulai redup Mati terdampar dalam pilu Perjalanan ini terlalu jauh Untukmu yang memilih menjauh Matahari tersandar mengawali hari Kulepaskan seluruh kisah Terkutuklah tubuh ini Menggenggam dari jauh Sulit rasanya “Tidak apa-apa” menjadi sebuah mantra Kau menari dengan bayanganmu Dan ku bersedia mengikuti pertunjukkanmu Berbalut sedih Kan kuucapkan beribu kata bangga Untukmu yang saat ini telah berhasil Tak apa hidup tidak selalu tentang bahagia Harus dengan kesedihan untuk menikmatinya