Diskusi Resah #1 (Hidup kok begini aja?)
Siapa dari kalian yang pernah ada di satu titik jenuh dan lelah dengan apa yang sedang dijalani?
Ah aku yakin banyak dari kalian yang pernah merasakan, tanpa terkecuali aku (hehe)
Berat ya rasanya? Eitss, berat sih emang tapi jangan sampai menyerah gitu dong !!!
Mari kita mulai diskusi ya,
Kita awali dengan kisahku, tidak dapat dipungkiri pasti setiap perjalanan yang dilewati akan ada titik dimana kita jenuh, males, hopeless, dan ngerasa useless. Dimulai ketika memasuki masa semester 4-5, teman disekeliling sudah mulai mempunyai prestasinya masing-masing baik di akademik maupun non-akademik. Sedangkan aku? Mahasiswi apatis yang kerjaannya cuma rebahan di kamar kost ditemanin youtube yang setia dan tugas yang tak ada hentinya. Sampai suatu hari pernah terlintas dipikiran “selama kuliah yang didapetin apa sih” kalau dipikir-pikir juga apa ya selama kuliah yang didapetin, skill juga ngerasa masih kurang banget, salah jurusan juga engga, terus karena apa dong?
Rasa resah ditambah overthinking yang berlebihan melengkapi semuanya. Melamun menjadi solusi paling tepat untuk mencari secercah jawaban meskipun tidak menyelesaikan resah, rasanya mau memaki diri sendiri “Kenapa gapunya skill yang bisa dibanggain sih?!”. Terus bagaimana sih mengatasi hal tersebut ketika lagi datang ke dalam pikiran?
1. Berdoa. Basi banget gak sih lagi gini tapi disuruh berdoa? Iya pasti setiap hari juga berdoa karna dari itu tetap harus dilakuin kalau lagi gini. Meskipun pikiran lagi gundah dan kacau, itulah gunanya berdoa minta harapan dan ketenangan dari sang kuasa.
2. Positif Thinking. Gimana mau postif thinking kalau pikiran lagi begini? Nah karna itu, kita harus tahu pikiran kacau dan gundah disebabin karena apa sih. Sebelum itu, kamu harus buat nyaman diri sendiri dulu. Atur penafasan menjadi salah satu cara buat jiwa raga tenang. Setelah tenang, coba pikirin kata-kata dengan positif vibes atau quotes darimana aja yang menurut kamu relate dengan keadaan buat mengganti mindset kamu. Kalau aku sih selalu bermindset “Everythings gonna be alright” karena semua pasti udah ada jalannya dan dari segala kekurangan yang banyak ini pasti tetap ada juga secercah kelebihan yang dimiliki.
3. Merasakan rasa. Merasakan rasa maksudnya itu kita sebagai manusia wajar untuk merasakan rasa sedih, marah, resah, ataupun hancur karena itu semakin menolak rasa yang sedang dirasakan semakin kerasa pula. Kalau mau nangis, ya silakan nangis. Kalau mau marah, silakan marah. Selagi hal itu dapat melegakan perasaan, tak apa.
4. Dengerin lagu. Dengerin lagu solusi paling menenangkan jiwa dan raga. Apalagi dengerin lagu sambil nangis, kalian pasti pernah juga kan? Hahaha. Pernah seharian puter playlist album Mantra Mantra milik Kunto Aji dan album Menari bersama Bayangan milik Hindia untuk menenangkan diri sendiri dan jadi motivasi buat bangkit juga, aku sering sebut kedua album tersebut sebagai salah satu selfhealing.
5. Sharing dengan orang terpecaya. Inget ya orang terpercaya, entah itu keluarga, teman ataupun pasangan. Kenapa harus orang terpercaya? Karena tidak semua orang dapat memahami perasaan yang dirasakan. Salah orang sama saja membuatmu semakin menyalahkan diri serta keadaan. Supportsystem memang penting banget buat kesehatan mental karena dapat menjadi sebuah obat penenang dikala keadaan tidak kondusif.
Itulah awal dari kisahku dan bagaimana mengatasi hal yang sedang dirasakan saat itu. Untuk kalian yang pernah atau sedang merasakan keresahan yang sama, sekarang giliran kalian untuk sharing bagaimana kisah yang pernah/sedang dialami dan bagaimana sih cara kalian melalui hal tersebut. Silakan comment dibawah yaa
Tenang saja kalian tidak pernah sendiri dan tidak ada yang dapat menghakimi kisah kalian
Komentar
Posting Komentar